Selasa, 15 Agustus 2017

My Story

Aku mencintainya. Di detik aku sadar aku mencintainya aku tahu semua takkan berjalan mudah. Bagaimana bisa 2 suku dan 2 agama yang berbeda bisa bersatu dalam sebuah rumah tangga?
Ya, ini usiaku untuk menikah. Bahkan banyak teman disekitarku sudah memiliki beberapa anak. Tapi aku percaya setiap orang memiliki waktunya sendiri.
Aku mencintainya. Dan itu belum cukup untuk menjadi alasan kami menikah. Kami menikah karena kami percaya satu sama lain. Kami menikah karena kami siap untuk bertanggung jawab menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Aku mencintainya. Meski penolakan demi penolakan dari keluarga datang
Dan ajaibnya, semua itu malah meyakinkan kami untuk terus menggenggam. Dan aku semakin mencintainya.
Aku mencintainya. Hingga Tuhan tunjukan jalan yang penuh dengan kejutan agar kami bisa bersatu. Dua tahun yang penuh air mata akhirnya terbayarkan dengan restu yang kami dapat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar