Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Menjadi Relawan atau Sukarelawan ?

Banyak orang mengira pengertian relawan dan sukarelawan itu sama yakni orang yang menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, uang, maupun melakukan pengorbanan pribadi untuk membantu orang lain. Dalam pengertian yang lebih sempit, relawan atau sukarelawan adalah orang yang ikut membantu saat terjadinya bencana seperti banjir, gunung meletus, dan sebagainya. Namun ssungguhnya, samakah pengertian relawan dan sukarelawan? Berdasarkan pengertian yang penulis peroleh dari mengikuti salah satu organisasi yang bergerak di bidang sosial, pengertian relawan dan sukarelawan berbeda.
Relawan merupakan orang yang sepenuh hati mencurahkan dan menyumbangkan pikiran, tenaga, waktu, uang dan lainnya untuk orang - orang yang membutuhkan tanpa memandang siapa yang akan dibantunya, apa yang akan dilakukannya untuk membantu, bagaimana cara membantunya, dan dimana tempat ia akan menyumbangkan bantuannya. Sedangkan sukarelawan merupakan orang yang juga membantu dan menyumbangkan pikiran, tenaga, waktu dan uang namun didasarkan atas kesukaan pribadi atau pilihan tertentu secara pribadi untuk melakukannya.
Untuk menjadi relawan tidak semudah yang terlihat. Mereka harus mengorbankan keinginan dan kepentingan pribadi serta menggunakan hati yang tulus untuk membantu orang lain. Pencapaian tahap seperti ini tentu saja mengalami proses yang panjang. Dimulai dari kesadaran untuk melihat dan memperhatikan kondisi sekitar, munculnya keinginan dan tekad untuk membantu dan merubah keadaan, adanya tindakan yang dapat dilakukan, hingga pencapaian kepuasan diri sendiri setelah bertindak. Untuk itu, penulis sangat menghargai keberadaan orang - orang seperti ini. Karena, apabila tidak ada yang mewujudkannya dalam tindakan, siapa lagi yang bisa menolong bumi dan sesama selain diri kita sendiri?

Kamis, 05 April 2012

Darah Pujangga dalam Nadiku

Sudah kualami perih karena kehilangan...
Sudah kureguk kecewa karena ditinggalkan...
Sudah kudidera luka karena dikhianati...
Semuanya belum seberapa...
Hanya satu derita yang paling menyiksa
Jatuh cinta,
Tapi tak bisa memiliki...
Pernah membaca puisi di atas? Itu adalah salah satu puisi buatan Andrei Aksana. Seorang penulis novel terkenal di Indonesia yang sudah menerbitkan banyak karyanya seperti Abadilah Cinta, Janda - Janda Kosmopolitan, Lelaki Terindah dan masih banyak lagi. Lajang kelahiran Jakarta, 19 Januari 1977 ini pertama kali memulai debutnya sebagai penulis novel di tahun 1992, dengan meluncurkan Mengukir Mimpi Terlalu Pagi. Ia adalah cucu pujangga Sanoesi Pane dan Armijn Pane, dan merupakan anak kedua novelis Nina Pane dan Jopie Boediarto. Kakek buyutnya adalah Sultan Pangurabaan Pane, pendiri surat kabar Surya di Tapanuli, penulis roman Tolbok Haleon, dan pengelola kelompok musik tradisional uning-ungingan. Wajar saja darah seni mengalir kental dalam tubuhnya. Namun ketika dianggap jadi penulis hanya bermodalkan faktor keturunan, ia berkomentar, "Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat."
Buat pembaca yang senang menulis, agaknya kita perlu belajar dari seorang Andrei Aksana agar berani berusaha lagi dan lagi untuk menghasilkan karya - karya. Terlepas dari keturunan atau bakat, sebaiknya kita mencoba untuk melakukannya daripada tidak sama sekali.

Minggu, 18 Maret 2012

Kisah Seorang Penyandang Cacat

- Ajarkanku sebuah makna akan kehidupan Saat kulihat kau berjuang di dalam ketiadaan... Ajarkanku makna bersyukur Saat kulihat kau tetap merangkak dalam kekurangan... -
Terinspirasi dari kisah seorang penyandang cacat yang berjalan menggunakan kedua tangannya... Walaupun dengan kondisi yang kekurangan beliau tetap berusaha menghidupi keluarganya dengan menjadi tukang pijit... Bersyukurlah kita yang masih diberi kelengkapan anggota tubuh... Pak Tony menderita penyakit polio saat berumur 2 tahun yang mengakibatkan dirinya tidak dapat berjalan dengan kedua kakinya. Kini bapak berusia 37 tahun ini mempunyai istri dengan seorang anak laki - laki berusia 1 tahun. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya beliau bekerja sebagai tukang pijit dan terkadang menyapu serta mengepel rumah orang lain. Dengan dibantu istrinya yang juga bekerja sebagai buruh cuci, penghasilan keluarga ini sangatlah pas - pasan. Satu hal yang membuat saya terharu adalah beliau masih mengumpulkan koin untuk disumbangkan kepada orang - orang yang membutuhkan lainnya walau kondisi keluarga beliau sendiri masih dalam kekurangan...